VCD Ziarah Wali Songo

Mungkin anda ingin
berkunjung ke makam wali songo, tetapi belum ada
waktu, atau mungkin anda ingin mengenal dulu sebelum
datang berkunjung ke makam wali songo. VCD ini
berisi liputan tempat-tempat bersejarah yang
dikunjungi ratusan orang tiap harinya. Dibuat secara
profesional dengan presentasi yang cukup bagus.
Kalau anda pergi ke makam wali songo, nonton VCD ini
dulu agar anda tidak melewatkan lokasi-lokasi
bersejarah yang seharusnya anda kunjungi. Dalam VCD
ini juga dibahas sejarah singkat wali songo. Dalam
VCD ini juga dibahas tata cara dan adab berziarah
kubur agar kita tidak melakukan kemusyrikan dengan
memohon sesuatu kepada orang yang sudah mati.
"Walisongo" berarti sembilan orang wali. Mereka
adalah Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan
Giri, Sunan Bonang, Sunan Dradjad, Sunan Kalijaga,
Sunan Kudus, Sunan Muria, serta Sunan Gunung Jati.
Mereka tidak hidup pada saat yang persis bersamaan.
Namun satu sama lain mempunyai keterkaitan erat,
bila tidak dalam ikatan darah juga dalam hubungan
guru-murid.
Maulana Malik Ibrahim yang tertua. Sunan Ampel anak
Maulana Malik Ibrahim. Sunan Giri adalah keponakan
Maulana Malik Ibrahim yang berarti juga sepupu Sunan
Ampel. Sunan Bonang dan Sunan Drajad adalah anak
Sunan Ampel. Sunan Kalijaga merupakan sahabat
sekaligus murid Sunan Bonang. Sunan Muria anak Sunan
Kalijaga. Sunan Kudus murid Sunan Kalijaga. Sunan
Gunung Jati adalah sahabat para Sunan lain, kecuali
Maulana Malik Ibrahim yang lebih dahulu meninggal.
Mereka tinggal di pantai utara Jawa dari awal abad
15 hingga pertengahan abad 16, di tiga wilayah
penting. Yakni Surabaya-Gresik-Lamongan di Jawa
Timur, Demak-Kudus-Muria di Jawa Tengah, serta
Cirebon di Jawa Barat. Mereka adalah para
intelektual yang menjadi pembaharu masyarakat pada
masanya. Mereka mengenalkan berbagai bentuk
peradaban baru: mulai dari kesehatan, bercocok tanam,
niaga, kebudayaan dan kesenian, kemasyarakatan
hingga pemerintahan. Pesantren Ampel Denta dan Giri
adalah dua institusi pendidikan paling penting di
masa itu. Dari Giri, peradaban Islam berkembang ke
seluruh wilayah timur Nusantara. Sunan Giri dan
Sunan Gunung Jati bukan hanya ulama, namun juga
pemimpin pemerintahan. Sunan Giri, Bonang, Kalijaga,
dan Kudus adalah kreator karya seni yang pengaruhnya
masih terasa hingga sekarang. Sedangkan Sunan Muria
adalah pendamping sejati kaum jelata.
Era Walisongo adalah era berakhirnya dominasi Hindu-Budha
dalam budaya Nusantara untuk digantikan dengan
kebudayaan Islam. Mereka adalah simbol penyebaran
Islam di Indonesia. Khususnya di Jawa. Tentu banyak
tokoh lain yang juga berperan. Namun peranan mereka
yang sangat besar dalam mendirikan Kerajaan Islam di
Jawa, juga pengaruhnya terhadap kebudayaan
masyarakat secara luas serta dakwah secara langsung,
membuat "sembilan wali" ini lebih banyak disebut
dibanding yang lain. Masing-masing tokoh tersebut
mempunyai peran yang unik dalam penyebaran Islam.
Mulai dari Maulana Malik Ibrahim yang menempatkan
diri sebagai "tabib" bagi Kerajaan Hindu Majapahit;
Sunan Giri yang disebut para kolonialis sebagai "paus
dari Timur" hingga Sunan Kalijaga yang mencipta
karya kesenian dengan menggunakan nuansa yang dapat
dipahami masyarakat Jawa -yakni nuansa Hindu dan
Budha.
Harga Rp. 45.000,- | 1
CD | Belum termasuk ongkos kirim
|